Advertisement

Canggung






Berapa umurmu saat ini?

Jika masih di bawah 20 tahun, maka nikmatilah waktu yang kamu lalui bersama sahabatmu, kelak mungkin kamu akan merindukan momen kebersamaan tersebut, seperti layaknya aku saat ini.

Menjadi dewasa ternyata tidak semenyenangkan dan seindah masa remaja. Tentu aku sudah memperkirakan semuanya sejak dahulu, namun aku tidak menyangka bahwa akan serumit ini berada di usia 20 tahun.

Jika mengingat ke belakang, rasanya sedih dan mengharukan menjadi diriku haha. Aku mulai kehilangan sahabatku satu per satu. Tepatnya mungkin bukan kehilangan, ya. Mereka tetap ada hanya saja kontribusi dan keselaluadaannya menjadi lebih berkurang daripada biasanya.

Sedih. Tapi aku bisa apa? Semua orang memiliki waktu, kebutuhan, dan jadwal yang berbeda-beda. Aku tidak bisa memaksa.

Lama kelamaan aku mulai tidak memikirkan hal tersebut. Aku sibuk dengan keseharian magangku hingga tidak terlalu memikirkan mereka.

Namun, ketika senggang seperti saat ini aku merasa kembali merasakan kesedihan. Aku punya seorang teman, termasuk dalam jajaran orang pertama yang aku kenal ketika masuk ke dunia perkuliahan. Dia anak yang terbuka, cerita, dan selalu memberusaha memberikan manfaat terhadap orang-orang di sekitarnya.

Entahlah, aku merasa merindukan sosoknya yang dulu. Haha. Kini aku dengannya seperti orang asing saja rasanya. Sekadar menghubunginya pun aku ragu. Takut salah bicara, takut menyakiti hatinya. Semua jadi terasa canggung dan tercipta jarak di antara kita.

Padahal, rasanya dulu kita berdua sering bersenda gurau. Dia sering bercerita apa pun tentang kesehariannya, mulai dari hal-hal kecil hingga rahasia yang benar-benar pribadinya aku tahu. Tapi kini? Aku tidak tahu apa-apa tentang dia.

Tapi, aku mencoba terus berpikiran positif. Mungkin ini hanya karena intensitas kita berdua bertemu semakin jarang, makanya terkesan ada jarak. Atau malah hanya aku saja yang merasa berlebihan menanggapinya. Wallahualam.


Posting Komentar

0 Komentar