Tak terasa ya sudah sejak November lalu aku tidak menyentuh blogku haha
Seharusnya alasan (so) sibuk bukan menjadi penghalang untukku terus bercerita. Tapi ternyata aku tidak bisa seperti itu.
Pulang dari tempat magang selalu malam, sampai rumah pengen istirahat sebab seharian penuh dari pukul 10.00 sampai kadang 20.00 atau lebih mata masih natap laptop mulu, kasian. Mataku butuh istirahat.
Bukan hanya blogku saja yang aku abaikan, chat dari teman-teman pun demikian wkwk
Terkadang aku balas satu-lima jam kemudian, bahkan ada yang sampai tenggelem dan beberapa gak aku balas karena sudah basi topiknya. Maaf ya..
Jujur, tiga bulan ke belakang aku merasa .. hmm..
Awalnya semangat, terus di tengah jalan ngeluh mulu, terus inget lagi awal perjuangan bisa masuk ke situ gimana, terus ngeluh lagi karena liputan ga ada udahnya.. terus terulang setiap harinya.
Tubuh capai, otak capai..
Tapi alhamdulillah aku bisa jalanin semua.
Aku mau berbagai pengalamanku selama magang di sebuah media tiga bulan ke belakang. Jujur, banyak hal yang pelajari dan memberiku pemahaman secara tidak langsung.
Aku termasuk orang yang susah untuk berinteraksi dengan orang baru, baik cewek maupun cowok. Namun, karena tuntutan tugas, mau gak mau aku harus nyapa orang, kenalan, dan nanya-nanya. Sesuatu yang bukan aku banget.
Pertama kali liputan, aku kayak anak SMP yang nyasar. Cuma duduk, dengerin, nyatet, diem diem diem makan makan makan selama acara berlangsung, merasa asing dengan orang-orang di sekitarku wkwk Habisnya awal liputan tuh seringnya ketemu sama ibu-ibu dan bapak-bapak, sekalinya ada mbak-mbak suka jutek dan natapnya kaya ngerendahin. (nanti aku cerita di lain kesempatan mengenai hal ini)
Tapi, lama-kelamaan aku jadi terbiasa buat ketemu orang. Sesekali bahkan aku mencoba menyapa terlebih dahulu, memulai percakapan, dan hey.. ternyata ini menyenangkan. Aku bisa tahu informasi mengenai media sebelah, bagaimana sistem kerjanya, dan tentu hal ini bisa menjadi bekal untukku saat nanti lulus nanti. Tidak hanya itu, kadang aku pun secara langsung atau tidak mendapatkan pelajaran dari jurnalis-jurnalis senior lainnya. Enaknya lagi, kalau nanti liputan seenggaknya punya kenalan, jadi gak sendiri-sendiri amat wkwk bahkan aku punya kontak dari beberapa jurnalis media lainnya.
Liputan sehari tiga kali hingga sampai larut malam rasanya sudah menjadi hal biasa bagiku. Pernah suatu ketika aku berangkat sejak pagi dan pulang tengah malam. Terbirit-birit mengejar kereta, kehabisan batere hape hingga susah pulang, nongkrong di FX Sudirman nyari colokan buat ngejar tulisan, makan di AW sampai abis Rp90.000 adalah deretan pengalaman yang tak terlupakan.
Di balik rasa lelah dan keluhan, aku merasa banyak perubahan selama aku menjalani proses magang tersebut. Aku belajar mencari solusi di bawah tekanan, berpikir cepat dan tepat, dan aku pun terlatih untuk mengenali beragam karakter orang di sekitar. Dari magang ini pun aku belajar bahwa tidak semua yang aku harapkan bisa berjalan sesuai rencana, kadang harus sedikit berbelok arah untuk sampai ketujuan.
Sebelum memulai magang banyak sekali hal-hal yang aku takuti. Takut inilah takut itulah. Tapi, setelah menjalaninya, semua tampak biasa saja. Memang benar, kita harus berani untuk mencoba dan menjalani segala hal. Dengan begitu kita bisa mengambil hikmah dan menjadikannya pelajaran agar kesalahan-kesalahan yang dilakukan tidak terulang di masa depan.
0 Komentar