Laman portal berita dan media sosial setiap harinya dipenuhi oleh informasi mengenai Covid-19. Wabah yang melanda seluruh dunia ini membuat kita semua harus berdiam diri hampir setahun lamanya.
Sebelumnya, kita tidak pernah terpikir akan menghabiskan 2020 dengan rasa takut dan waspada saat berada di luar ruangan. Harapan dan resolusi awal tahun rasanya banyak yang harus berbelok arah dan diperbaharui sesuai dengan keadaan.
Ya, sejatinya apa yang ada di dunia ini ialah misteri. Bahkan, satu detik kehidupan kita ke depannya pun tidak ada yang tahu. Begitu pun dengan wabah corona. Kita tidak tahu apa yang akan Allah lakukan dan rencanakan untuk bumi yang sedang kita huni ini.
Virus yang terdeteksi di Wuhan, Tiongkok ini diketahui menyerang saluran pernafasan. Pada banyak kasus, virus corona bisa menyebabkan infeksi saluran pernafasan ringan seperti flu, infeksi berat seperti pneumonia, hingga kematian.
Tapi apa kamu juga sadar? Selain menyerang fisik, virus ini pun secara perlahan mengganggu psikis kita. Hati dan perasaan selalu dihantui rasa khawatir, takut, was-was, dan curiga. Apalagi baru-baru ini dikabarkan ada mutasi virus corona jenis baru. Perasaan seperti itu lama-kelamaan bisa membuat kita stress hingga mengganggu daya tahan dan kesehatan.
Belum lagi orang yang diketahui terpapar corona. Secara sadar atau tidak, banyak orang yang mulai menjauhinya. Virus ini dianggap sebagai aib. Padahal, mereka juga tentu tidak ingin dirinya terkena virus tersebut.
Aku juga tidak bisa menyalahkan sih. Sebab, tentu kita memiliki keluarga dan orang-orang yang perlu dijaga. Apalagi diketahui orangtua dan seseorang yang memiliki penyakit bawaan rentan tertular. Hanya saja, kita jangan sampai mengucilkan dan mengabaikan mereka yang terdampak. Sebisa mungkin kita memberikan bantuan kepada mereka, seperti keperluan pangan hingga dukungan mental.
Untuk itu, agar terhindar dari kondisi mental yang buruk, kita sebaiknya selalu berprasangka baik. Bagaimanapun kondisinya, kita harus menjaga keimanan terhadap Allah. Berdoalah untuk keselamatan, kesehatan, dan kemudahan dalam menghadapi wabah yang tidak tahu kapan akhirnya ini. Dengan yakin dan selalu mengingat Allah, insyaallah hati kita akan dipenuhi rasa damai dan terhindar dari segala pikiran negatif yang bisa memengaruhi kondisi kesehatan mental kita sendiri.
Di samping itu, kita pun perlu berusaha menjaga kesehatan fisik, seperti berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, minum cukup air mineral, istirahat yang cukup, dan mengonsumsi vitamin. Hindari pula terlalu larut memikirkan virus corona.
Aku pernah merasakannya sendiri. Saat awal-awal tersebarnya virus corona di Indonesia aku selalu memantau berbagai berita mengenai virus tersebut. Lama-kelamaan aku merasa itu tidak baik. Aku sering mengalami takut yang berlebihan, bahkan terkadang membuat aku susah untuk terlelap.
Hingga akhirnya aku memutuskan untuk berhenti mencari tahu. Bukan menjadi tidak peduli, tetapi mengalihkan fokusku. Alhamdulillah aku merasa lebih baik setelahnya. Semoga kalian selalu sehat dan diberikan kebahagiaan. Aamiin.
Sumber:
https://www.alodokter.com/virus-corona
https://primayahospital.com/covid-19/dampak-psikologis-pasien-corona/

0 Komentar