Aku mempunyai beberapa teman. Mereka teman-teman yang menurut pandanganku sangat mengagumkan. Punya prinsip hidup yang kuat, tujuan hidup yang jelas, dan didukung oleh usaha-usaha yang keras. Mereka aktivis mahasiswa yang aktif dibidangnya, mengikuti segala kegiatan, dan memiliki segudang pengalaman.
Iya, mereka teman-temanku yang telah menerimaku menjadi bagian darinya, menemani hari-hariku, menyemangati, membully, dan mentertawakanku. Mereka yang aku syukuri telah hadir di hidupku.
Kalian pasti merasakan seberuntung apakah diriku berada di antara mereka. Namun terkadang.... aku merasa iri dengan mereka.
Kalian pasti merasakan seberuntung apakah diriku berada di antara mereka. Namun terkadang.... aku merasa iri dengan mereka.
Bolehkah aku bertanya kepada kalian?
Pernahkah kalian membandingkan diri sendiri dengan orang lain, bahkan temanmu sendiri? Pernahkah kalian merasa "kecil" dan tidak percaya diri?
Jika pernah, kita sama, karena saat ini aku sedang merasakannya.
Ketika kulihat mereka memiliki begitu banyak relasi, namun hasil aku berkuliah setahun ini, teman yang kumiliki ya hanya itu-itu saja. Kulihat lagi mereka memiliki kegiatan organisasi, aku masih saja menjadi manusia apatis yang hanya tau jalan datang-pergi.
Aku tengok lagi mereka, kali ini tidak hanya kegiatan di kampus! Keaktifan mereka sampai luar kampus, karya mereka dimuat disuatu media, mengikuti organisasi berisi anak muda berprestasi, bahkan ada dari mereka yang mulai menghasilkan pendapatan dari kemampuannya. Sedangkan aku? Aku masih saja sibuk dengan tulisan-tulisan galau di media sosial atau sibuk memikirkan besok akan menggunakan baju mana untuk pergi ke kampus. Bukan memikirkan hal-hal baru apa yang harus aku lakukan di hari berikutnya, kegiatan apa yang harus aku ikuti untuk menambah pengalaman, atau bakat apa yang harus aku kembangkan.
Terkadang aku bertanya pada diri sendiri
"Hal apa yang membuatmu hanya diam ditempat dan tidak berkembang?"
Aku sering menyadari kurangku di sini, hal ini yang harus aku perbaiki, hal itu yang harus aku jauhi. Aku mencoba mengaplikasikan hipotesa-hipotesaku tersebut. Namun, lagi-lagi aku menjadi diriku yang dulu.
Ayu yang pemalu, Ayu yang tertutup, Ayu yang kurang bersosalisasi, Ayu yang yang yang yangggg susah percaya sama diri sendiri bahwa Ayu bisa!
Jika sudah begitu aku mulai kesal dengan diriku sendiri. Mulai merutuki sifat-sifat yang menghambatku untuk melakukan suatu inovasi, mengembangkan bakat, melatih rasa percaya diri, terbuka, dan mau melakukan lebih dari yang biasa aku lakukan.
Kemudian aku terus menyalahkan diri sendiri yang terlalu asyik berada pada suatu lingkaran yang membuatku nyaman dan enggan untuk mencoba keluar dari zonanya.
Teman-temanku di atas sering menasihatiku, menawarkanku suatu kegiatan. Ya, hatiku terkadang tertarik dan merasa ingin mencoba usulan-usulan yang mereka kirimkan. Namun, yang aku anehkan di sini, tidak ada satu pun yang aku coba. Aku hanya tertarik, setelah itu ya sudah, tidak ada realisasi. Aku bingung. Bukannya jika sudah ada niat ke depannya ada sebuah pergerakan? Tapi aku tidak.
Salah satu temanku bahkan sering mengajakku berdiskusi, menyarankan aku ini itu. Sekali lagi aku tertarik dan ingin mencobanya. Namun ternyata? Hahaha sama saja. Nihil hasilnya.
Aku bahkan sering merasa tidak enak dengan temanku yang satu ini. Dia sering menasihatiku untuk mencoba, tapi yang kulakukan? Yaa.. Mungkin bisa dianggap aku hanya berusaha mencoba bukan benar-benar mencobanya? Seperti itu bukan?
Lama-lama aku mulai merasa takut ia akan berhenti menasihati karena tidak adanya perubahan dalam diriku. Aku mulai takut ia bersikap acuh terhadap segala tingkahku yang masih saja keras kepala ini..
Aku ingat sekali kata-katanya, "Kamu tuh punya kemampuan, punya bakat, tinggal dikembangin doang, Ay,"ujarnya, "kamu sebenernya tau kalo kamu kaya gini terus tuh tindakan yang salah, tapi kenapa kamu tetep aja ngelakuinnya?"lanjutnya.
Ya. Lagi-lagi aku bertanya pada diriku sendiri
"Sebenernya apa yang salah dari diriku?"

0 Komentar