Advertisement

Terima Kasih



Sebelumnya kuucapkan terima kasih telah menemaniku sejauh ini
mendengarkan keluh kesahku
menghadapi betapa keras kepalanya diriku
mengalah melawan keegoisanku

Aku tau
atau mungkin ini rasa sok tauku
kadang ada rasa jengkel atau kesal terhadapku
ya, seperti yang kamu tau, aku memang mengesalkan, bukan? haha
terkadang aku bertanya-tanya
atas dasar apa kamu masih bertahan menjadi temanku
menemaniku
mendengarkan keluh kesahku, lagi
menghadapi betapa keras kepalanya diriku, lagi
mengalah melawan keegoisanku, lagi
bisa kauberi tau alasannya sekarang?

Jujur saja
pernah terbesit rasa untuk meninggalkanmu
rasa bosan menghampiriku
enggan sekali rasanya untuk membalas pesanmu
ingin rasanya mengabaikan 
tak memberi kabar 
hilang

Namun, akal sehatku berpikir ulang
"Sejahat itukah kamu? Setelah selama ini dia menemanimu dari titik terendahmu, menyemangatimu ketika kamu benar-benar merasa rendah dan tak mampu melakukan semua ini?
Setega itukah kamu membiarkan dia yang kini butuh dukungan darimu, malah kamu melakukan hal yang berkebalikan dengan apa yang telah ia lakukan?"

Setiap rasa bosan berteman denganmu menghampiriku, aku selalu berpikir ulang akan hal itu, dan kemudian menangis.
Ya, jahat sekali rasanya jika aku menghilang disaat kamu membutuhkan dukungan. 
Sekarang aku semakin percaya akan kalimat yang mengatakan jika kita berbuat baik kepada seseorang, maka kita akan mendapatkan perlakuan baik pula. 

Untuk itu, aku ingin berpesan kepada teman-teman yang entah kapan akan membaca tulisanku ini. Jangan pernah sekali pun meremehkan kebaikan-kebaikan kecil. Semakin berkembangnya zaman, aku merasakan bahwa banyak kebaikan-kebaikan yang enggan dilakukan karena tertutupi rasa gengsi. 

Untuk temanku yang ada di cerita atas
Aku tau kamu kuat
seperti saat kamu menguatkanku
Semangatlah, seperti kamu menyemangatiku
Hadapi segala cobaan yang saat ini menimpamu seperti rasa sabarmu menghadapi sifat menyebalkanku

Maaf, jika kebaikanmu selama ini pernah aku anggap membosankan
Maaf jika aku masih belum bisa menjadi teman yang  memberikan tempat bersandar untuk membantu dan meringankan beban yang tertumpu dipundakmu
Maaf jika aku masih sering mengeluh, padahal beban yang kutanggung belum seberapa jika dibandingkan denganmu.

Terima kasih, atas hadirnya dirimu. 
Aku belajar, bahwa rasa syukur itu harus selalu ada.



Tertanda 
Ayu yang menyanyangimu, dahulu, sekarang, dan akan selalu begitu. luv. 





Posting Komentar

0 Komentar