Sebelumnya kuucapkan terima kasih telah menemaniku sejauh ini
mendengarkan keluh kesahku
menghadapi betapa keras kepalanya diriku
mengalah melawan keegoisanku
Aku tau
atau mungkin ini rasa sok tauku
kadang ada rasa jengkel atau kesal
terhadapku
ya, seperti yang kamu tau, aku memang
mengesalkan, bukan? haha
terkadang aku bertanya-tanya
atas dasar apa kamu masih bertahan menjadi
temanku
menemaniku
mendengarkan keluh kesahku, lagi
menghadapi betapa keras kepalanya diriku, lagi
mengalah melawan keegoisanku, lagi
bisa kauberi tau alasannya sekarang?
Jujur saja
pernah terbesit rasa untuk meninggalkanmu
rasa bosan menghampiriku
enggan sekali rasanya untuk membalas pesanmu
ingin rasanya mengabaikan
tak memberi kabar
hilang
Namun, akal sehatku berpikir ulang
"Sejahat itukah kamu? Setelah selama ini
dia menemanimu dari titik terendahmu, menyemangatimu ketika kamu benar-benar
merasa rendah dan tak mampu melakukan semua ini?
Setega itukah kamu membiarkan dia yang kini
butuh dukungan darimu, malah kamu melakukan hal yang berkebalikan dengan apa
yang telah ia lakukan?"
Setiap rasa bosan berteman denganmu
menghampiriku, aku selalu berpikir ulang akan hal itu, dan kemudian menangis.
Ya, jahat sekali rasanya jika aku menghilang
disaat kamu membutuhkan dukungan.
Sekarang aku semakin percaya akan kalimat yang
mengatakan jika kita berbuat baik kepada seseorang, maka kita akan mendapatkan
perlakuan baik pula.
Untuk itu, aku ingin berpesan kepada teman-teman
yang entah kapan akan membaca tulisanku ini. Jangan pernah sekali pun
meremehkan kebaikan-kebaikan kecil. Semakin berkembangnya zaman, aku merasakan
bahwa banyak kebaikan-kebaikan yang enggan dilakukan karena tertutupi rasa
gengsi.
Untuk temanku yang ada di cerita atas
Aku tau kamu kuat
seperti saat kamu menguatkanku
Semangatlah, seperti kamu menyemangatiku
Hadapi segala cobaan yang saat ini menimpamu
seperti rasa sabarmu menghadapi sifat menyebalkanku
Maaf, jika kebaikanmu selama ini pernah aku anggap
membosankan
Maaf jika aku masih belum bisa menjadi teman
yang memberikan tempat bersandar untuk membantu dan meringankan beban
yang tertumpu dipundakmu
Maaf jika aku masih sering mengeluh, padahal beban
yang kutanggung belum seberapa jika dibandingkan denganmu.
Terima kasih, atas hadirnya dirimu.
Aku belajar, bahwa rasa syukur itu harus selalu
ada.
Tertanda
Ayu yang menyanyangimu, dahulu,
sekarang, dan akan selalu begitu. luv.
0 Komentar