Advertisement

Aku dan Alasan Menyukai Hujan

Sumber: Pinterest / society19


Suatu hari salah satu temanku bertanya, “Kamu kenapa sih suka banget sama hujan? Baru kali ini tau aku punya temen yang bener-bener suka banget sama hujan. Biasanya ya sekadar suka aja, gak kaya kamu.”

Seketika itu pun aku tertawa. Memang seunik atau seaneh itu ya kalo aku suka banget sama hujan? Wkwk

Oke, kali ini aku  mau sedikit berbagi cerita alasan dibalik rasa suka terhadap hujan.

Aku mulai suka hujan sejak SMA kelas dua. Kalau aku lagi sedih atau banyak pikiran dan saat itu hujan turun, rasanya tuh adem, tenang, fresh lagi. Saat kelas dua itu aku masih suka hujan ya sekadarnya saja. Mulai benar-benar suka itu ketika aku mulai kelas tiga SMA.

Kalian tahu sendiri kan, kelas tiga itu udah mulai dipenuhi dengan tumpukan soal dan rancangan masa depan. Saat hujan turun, aku terbiasa duduk di depan kelas, menjulurkan tangan menyentuh rintik yang terjatuh hanya untuk menyegarkan pikiran dari kesibukan masa SMA, dan setelah itu aku akan merasa bahagia. Ya sesederhana itu.

Hujan bagiku tidak hanya sekadar air yang terjatuh. Selain sebagai rahmat dan waktu yang mustajab untuk berdoa, hujan dapat mengajarkan suatu hal kepada kita, terkhusus aku pribadi.

Seperti yang kalian tau, hujan itu bisa berasal berbagai macam air yang menguap dari bumi sehingga terkumpul di langit dan jatuh kembali ke bumi. Air hujan yang jatuh dapat memberikan manfaat bagi alam dan berbagai makhluk hidup yang ada di dalamnya. Selain itu, hujan pun dapat membantu proses terciptanya sebuah pelangi.

Dari sana aku belajar, aku ingin seperti hujan.

Seburuk apa pun masa laluku, biarkan masa lalu itu berlalu. Di masa depan aku ingin menjadi sosok yang dapat menebarkan kebaikan Seperti hujan, aku pun ingin memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarku. Setidaknya hanya dengan membuat mereka tersenyum dan merasa nyaman berada di sampingku.

Aku sangat bersyukur berada di dekat orang-orang yang peduli dan menyayangiku walaupun ditunjukan dengan berbagai cara yang berbeda. Aku pun bersyukur, Allah masih menutupi aib-aibku di masa lalu atau pun saat ini, hingga orang-orang disekitarku masih bertahan. Coba saja jika Allah menampakan dosaku dengan wujud atau bau, pastilah diri ini sudah sangat berbau busuk. Sama seperti hujan, orang tidak pernah tau air itu berasal dari mana saja. Yang mereka tau, hujan dapat memberikan ketenangan dan kesejukan bagi lingkungan sekitar.

Itu alasan aku suka sama hujan. Hujan itu tidak hanya sekadar air yang terjatuh, ia lebih dari itu jika kita mau memahaminya lebih jauh.


Depok, 3 Januari 2019


Ayu, yang ngetik disambi minum chocholatos matcha



Posting Komentar

0 Komentar