![]() |
| sumber: pinterest |
Malam ini hujan turun kembali sama seperti beberapa hari terakhir. Seketika aku langsung berpikir, "Hujan tau ya kalo aku lagi sedih, makanya dia turun?" Haha konyol. Memangnya aku siapa sampe bisa nurunin hujan kalau lagi sedih? Duh.. Kebanyakan baca dongeng, sih.
Tapi terlepas dari kebetulan itu, aku berterima kasih kepada hujan. Setidaknya kehadiranmu membuatku sedikit tenang.
Entahlah malam ini rasanya aku sedang cengeng-cengengnya. Ya meskipun pada dasarnya aku anak yang gampang nangis sih.
Dibentak dikit, nangis. Diomongin pake nada tinggi, nangis. Nonton drama sedih, nangis. Bahagia, nangis. Liat video tentang orang tua, nangis. Muhasabah diri, apalagi. Gatau deh kenapa aku bisa lahir dengan secengeng ini.
Tapi aku bersyukur, kok. Mataku jadi bersih karena sering nangis haha.
***
Aku punya teman. Kami memiliki kesamaan sifat dan tentu ada juga bedanya. Aku yang setaun lebih muda dari dia sering kali bersikap egois, keras kepala, dan tidak memahaminya.
Beberapa kali dia melakukan sesuatu hal yang, mungkin, menurut dia akan membuat aku tidak suka. Dia selalu minta maaf, padahal yaudah gitu. Aku gapapa. Aku bilang hal gitu dia malah semakin yakin kalau aku kenapa-kenapa. Karena, "Bukannya kalau gapapa itu artinya kenapa-kenapa, ya?"katanya. Hadehh.
Kenapa sih pola pikir kalau gapapa itu artinya kenapa-napa harus ada?!
Huft.
Dari tindakan dia yang selalu seperti itu, aku selalu berpikir apakah aku selama ini bertingkah terlalu egois? Tidak bisa memahami? Yaallah..
Aku merasa sedih, jahat banget ya aku selama ini? Aku menyakiti orang, membuat orang merasa terkekang, dan tidak memahami mereka:(
Dan aku melakukan itu secara terus-terusan tanpa aku sadari?
Aku harus gimana? Mungkin memang beberapa kali aku bersikap egois, tapi tidak akan selalu begitu. Aku juga pasti mengerti jika kondisinya memaksakan kamu untuk melakukan itu. Aku mengerti.
Diriku memang belum dewasa, sering kali tingkahku bersifat kekanak-kanakan dan berlebihan. Tapi aku mencoba untuk tidak seperti itu. Aku menurunkan egoisku. Tapi sepertinya kamu selalu tidak percaya, ya? Haha.
Gapapa. Aku paham. Mungkin branding diri aku dimatamu udah tertanam bahwa aku seorang perempuan yang egois, keras kepala, cenderung memaksa kehendak, jahat, menyebalkan, jutek, cuek, haha.
Gapapa. Ini bener gapapa. Bukan kata yang memiliki makna lain. Aku beneran gapapa. Percayalah.
Aku memaklumi, kok. Emang salahku yang sedari awal menunjukkan sikapku yang seperti itu. Aku minta maaf jika terkesan selalu egois. Semoga kamu bisa memahami, ya.
Doakan juga aku yang sedang berusaha untuk berubah ini. Bantu aku agar aku tak egois lagi.
Terima kasih...

0 Komentar