Beberapa hari terakhir aku belajar banyak hal, salah satunya mengenai prioritas dan tujuan.
Suatu hari, salah satu temanku membatalkan rencana yang telah kita susun secara bersama, dengan tiba-tiba dan tanpa alasan yang jelas. Sontak aku merasa kesal dibuatnya. Beberapa saat aku sempat menghiraukannya.
Namun, karena tidak nyaman berlama-lama memendam kesal, aku mengungkapkan semuanya hingga akhirnya keluarlah alasan dia yang sesungguhnya. Setelah ia bercerita panjang lebar, akhirnya aku mengerti, kita memang memiliki prioritas yang berbeda.
Tidak hanya itu, setelah aku menemukan tempat yang menurutku bisa aku jalani, ternyata aku harus menjalaninya seorang diri. Jujur, aku merasa sedih. Mengapa harus seperti ini? Mengapa tidak ada yang mau menemaniku?
Sempat aku merasa kesal karena tidak ada yang sama denganku.
Tapi, akhirnya aku sadar..
Semua ini tentang prioritas dan tujuan hidup masing-masing.
Aku sadar.
Mungkin inilah saatnya aku memasuki dunia yang sesungguhnya. Di mana aku harus berjuang sendirian, tanpa bergantung pada orang lain.
Aku tidak bisa memaksa mereka untuk sepaham dan sepemikiran denganku. Memaksa mereka untuk satu tujuan, satu keinginan.
Hei, jangan egois.
Mereka punya pilihan masing-masing. Aku pun tentu tidak ingin bukan jika harus dipaksa mengikuti tujuan orang lain.
Jalani saja. Nanti aku juga akan terbiasa.
Bukannya selama ini pun aku lebih suka sendiri?
Semangat ya, diriku.
1 Komentar
Yap, mari kita rasakan ini bersama.
BalasHapusBiasanya kita selalu menjalaninya dengan bersama-sama. Tak jarang kita memiliki pemikiran dan tujuan yang sependapat. Tapi ternyata dunia begini, ya. Kita harus berpisah karena takdir menuntun kita untuk menjalaninya sendiri-sendiri. Sebenarnya, aku sendiri pun bertanya "bisakah aku?" dalam diriku.
Aku rindu bersama-sama.
Tapi apa daya, ternyata sendirian itu sangat dituntut. Maaf, kita harus berpisah beberapa waktu. Saling mendoakan ya, berdoa semoga Allah selalu melindungimu dan aku, dan teman-teman kita. Semangat, kita hebat. Takdir hari ini adalah cerminan dan tanda dari Allah bahwa sebenarnya kita kuat. Hanya saja kita belum menyadarinya.
Semangat ya, yu.