Advertisement

Jangan Mengubahnya




Rasanya menyebalkan saat terjebak asmara dengan sahabat sendiri. Inilah hal yang benar-benar aku hindarin dan paling tidak aku harapkan untuk terjadi di kehidupanku. 
Entah kenapa, setiap ada teman dekat yang tiba-tiba mengungkapkan perasaannya, rasa sukanya, alih-alih membawa kebahagiaan justru itu menyedihkan dan menyakitkan bagiku. 

Beberapa hari yang lalu, teman yang aku kenal sejak sekolah dasar kembali menghubungiku. Setelah basa-basi menanyakan kabar dan keseharian, tiba-tiba masuk sebuah pesan darinya yang membuatku kaget dan sangat tidak mengira akan ia ucapkan.

"Aku sayang kamu"
"Ayu"
"Ayu, kalau udah wisuda aku lamar kamu ya"

Saking kagetnya, aku terdiam beberapa saat melihatnya. Bahkan, sampe sehari setelahnya aku tidak membalasanya.
Jujur saja, aku marah dan tidak suka dengan perasaannya.
Mengapa harus ada kalimat seperti itu? Tidak bisakah saling berbahagia dengan hanya menjadi teman saja?
Entahlah aku pun tidak tahu ia serius atau hanya gurauan. Tapi aku benar-benar tidak menerimanya. Selain tidak ada rasa apa-apa kepadanya, aku pun tidak ingin mengubah status di antara kami berdua menjadi lebih dari sekadar teman.

Tolong mengerti...
Jangan membuatku merasa bersalah dengan tidak bisa membalas keinginanmu.
Bukan aku tidak menghargai niatmu, tapi aku benar-benar tidak bisa.
Bukan aku bersikap egois, tidak mempedulikan perasaanmu, hanya saja aku benar-benar tidak bisa.
Aku benar-benar tidak bisa.

Maaf jika setelah ini mungkin akan ada jarak di antara kita. Aku tidak bisa menjadi seperti dulu lagi sebelum kamu mengungkapkan itu semua.
Maaf..

Posting Komentar

0 Komentar