Halo, rasanya sudah lama sekali aku tidak menyentuh blog ini T_T bukan karena sibuk sih, aku bahkan bisa dibilang memiliki waktu luang yang cukup banyak. Hanya saja, beberapa kali aku sudah menulis namun berhenti sebelum tulisan itu selesai. Mungkin itu karena aku menulisnya dengan setengah hati (?) Yasudahlah. Pokoknya mulai sekarang aku bertekad untuk rajin menulis kembali. Ayo bantu beri semangat dan aamiinkan hahaha
Sebenarnya aku kembali menulis karena sedang merasa galau. Setelah dilihat-lihat rasanya isi blogku galau dan sedih-sedih yaa haha maaf ya, next time aku bakal bagikan kesenangan juga.
Beberapa minggu belakangan, semenjak pulang kampung aku memiliki satu kebiasaan baru. Setiap pagi dan sore hari, aku selalu berdiri sendirian di balkon rumah sembari melihat lalu-lalang orang di jalanan. Melamun dan merenungkan nasib diriku sendiri.
Pasca kelulusan, aku malah dibuat bingung akan hidupku selanjutnya. Sejujurnya, sebelum ada pandemi ini aku memiliki banyak rencana dan wishlist yang ingin aku wujudkan. Namun, semuanya harus diubah dan disesuaikan dengan keadaan. Tentu saja, aku tidak serta merta menyalahkan keadaan yang tiba-tiba ini. Memang seharusnya aku 'kan yang harus mengatur bukan malah diatur oleh keadaan?
Tapi beneran, saat ditanya, "Apa rencana kamu selanjutnya? Kuliah lagi atau mau kerja di mana?" aku bingung jawab apa T_T Kalau melanjutkan kuliah, yang sesuai jurusanku sekarang minim sekali. Kalau beda jurusan harus ngulang dari awal. Kalau bekerja, aku belum nemu yang cocok denganku selain menjadi penulis atau copyeditor. Apa aku seperti tidak punya tujuan hidup? Tolong jangan katakan itu T_T Sebenarnya aku punya kok hal-hal yang ingin aku capai, ingin aku lakukan, tapi ya begitu, mungkin aku belum berani untuk memulai saja. Iya kan? Ayo beri aku masukan:(
Oh iya, berbicara mengenai kebiasaan baruku. Biasanya pagi hari setelah menjemur baju aku akan meluangkan waktu 5-10 menit untuk berdiri dan memperhatikan jalanan. Melihat orang lalu lalang, sibuk menjalani aktivitas, menjemput rezeki. Begitu juga sore harinya, wajah lelah, ingin segera kembali ke rumah dan meluruskan badan.
Aku selalu membatin, sepertinya akan menyenangkan jika jadi mereka yang punya kesibukan. Meskipun lelah tapi mereka punya penghasilan. Walaupun tidak seberapa, setidaknya mereka bahagia bertemu teman-teman di tempat kerja, ada orang yang bisa diajak diskusi.
Perasaanku selalu campur aduk saat diam merenung seperti itu. Apalagi jika mengingat omongan tetangga yang meremehkan karena aku sudah lulus kuliah tapi belum mendapat kerjaan atau pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku tertekan dari orang-orang di sekitar. Bahkan sesekali air mata pun bergulir di pipi saat diam sendirian seperti itu. Entahlah apa yang aku tangisi. Harusnya aku tidak seperti itu. Meratapi nasib tanpa ada usaha untuk mengubahnya.
Ah sudahlah. Aku biasanya mengakhiri ritual merenungku dengan ucapan menenangkan, "mari kita nikmati masa-masa pengangguran ini," sambil tersenyum menatap langit.
Mudah-mudahan aku segera mendapat pekerjaan yang bermanfaat, untuk diriku, orang lain, dan lingkungan. Semangat! Semoga kalian yang membaca pun selalu diberi kemudahan dan diridoi dalam segela hal yang bermanfaat. Aamiin. Ayo bantu aamiinkan sekali lagi.

1 Komentar
Kebiasaan baru yang menyenangkan! Tetap semangat, Ayu. Gak perlu bersedih, pekerjaan yang terbaik pasti akan datang untukmu. Gak perlu juga dengerin kata orang lain, yang penting kamu berproses. Nikmati aja dulu masa-masa waktu luangnya, mungkin di luar sana banyak yang mendambakan situasi seperti ini. Iya 'kan? Hehehe.
BalasHapusTeruslah bermimpi, mencoba hal baru, dan jangan lupa berusaha serta banyakin beribadah! Semoga kita diberikan rezeki, pekerjaan, jodoh, dan segalanya yang terbaik di waktu yang tepat ya! Ayo semangat nulisnya, mungkin banyak yg nunggu cerita2 kamu wkwk